Tuesday, June 14, 2016

Biarkan ku bernafas

Sungguh hari yang panas. Kuberjalan jauh mencari sumber kehidupan.
Dari jauh terlihat aliran sungai itu. Tersenyum, dengan semangat ku berlari.
Kupegang airnya. Hangat di antara jemari.
Rasanya ingin mendinginkan seluruh tubuh. Ke dalamnya pun ku masuk.
Berendam. Menikmati aliran yang menyejukkan.
Kubiarkan diriku terbawa. Terapung sambil melihat pepohonan di sisi sungai.
Tiba-tiba arus semakin deras. Terlambat ku menepi.
Coba meraih apa saja. Dan kugapai sebuah akar rambat.
Arus semakin kuat, deras, kencang. Peganganku menguat.
Air semakin tinggi. Aku tenggelam.
Kucoba naik untuk mendapatkan udara. Satu nafas panjang.
Air kembali menyusut, namun arus tetap kencang. Dengan tubuh kuyup kukumpulkan setiap tenaga.
Berusaha ke tepi. Berpegangan pada akar.
Suara gemuruh itu datang. Arus yang kuat terlihat mendekat.
Kupegang erat akar. Tubuhku hampir dibawanya serta.
Sedikit lagi tanganku terlepas. Tak kuat menahan pegangan.
Di dalam, air menggoncang tubuh. Tertampar oleh batu dan kayu.
Keras. Sakit.
Tolong, kuingin bernafas lagi. Tolong, kuingin berlari lagi.
Peganganku jadi semakin kuat. Yang kutunggu hanya arus yang tenang.

Pic: phys.org

No comments: